Minggu, 19 Mei 2013

Oleh-oleh dari 40th karya Pipiet Senja di TIM Jakarta

  "Bertahan dengan karya. Menulis sebagai terapi"   

Entah karena batas ambang toleransi terhadap sakit yang sudah di atas rata-rata manusia atau karena sang makhluk bernama sakit itu sendiri yang sudah bingung cara mencederai jiwa yang terus melangkah meski perih meraja ?    

Perjalanan lintas propinsi kali ini (halah padahal antara Jakarta-Depok aja hihi) seru ! Ada ilmu, pengalaman, refreshing, dan selalu kehebohan anak-anak dan untungnya tidak membuat emaknya rempong.  

Sabtu kemarin ada acara syukuran milad bunda Pipiet Senja yang bersamaan dengan 40tahun karya beliau di Gedung Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Taman Ismail Marzuki Jakarta. Sebuah kehormatan tersendiri saat saya dapat bbm langsung dari beliau (bukan broadcast).      

Paginya kepala agak pusing, sempat ragu saat suami nanya jadi berangkat atau tidak. Dan, akhirnya  bbm bunda Pipiet sehari sebelum hari H  yang membangkitkan saya, "empat hari ini saya wira-wiri RSCM terus, ambil darah, transfusi, ini itu......". Huwaah ! Saya langsung bergegas, masak pusing aja jadi kendor semangatnya untuk melangkah. Manini saja tak mudah menyerah.   


Rabu, 15 Mei 2013

Rusuk season 2 " Di mana rusukku?"




"Mana...mana...." Aku menghitung jajaran unitku

Saat janji suci itu bertalu
Aku gusar saat gadis itu memandangmu
Bukan saja karena kecantikannya yang tak kenal jemu
Namun karena nasibku
Kau bilang waktu itu
Gadis yang akan jadi istrimu
Adalah tulang rusukmu
 
"Apaa..?" Aku tak terima dan berseru
Membayangkan satu jajaran hilang dariku
Nyatanya aku keliru
Saat kalian tertidur dalam cinta yang berlabuh pada TuhanMu 


Selasa, 14 Mei 2013

Rindu dalam sepincuk nasi pecel

Bahagia itu lekat dengan sederhana meski hanya sekedar menikmati sepincuk nasi pecel berdua :)
Ceritanya minggu kemarin lagi pengen makan nasi pecel pincuk yang dijual di kedai pecel. Padahal di rumah juga ada sediaan sambal pecel impor dari Madiun dan pohon pisang depan rumah. Tapi tetap rasanya beda antara beli dan bikin sendiri hihi.


Kamis, 18 April 2013

Rainy Season of BaW, Grup Menulis yang yummy



Hujan akan tetap kembali menyapa dan berjalan di bumi meski ia menggantung bagaikan kumpulan kapas di langit. Ia tak akan pernah melupakan bumi. 
Kebersamaan bukan selalu dengan bersandingnya raga, tapi ada di hati dan ingatan yang tak akan terbatas pada waktu dan jarak.

Bismillah, akhirnya bisa ikutan GA BAW juga. Merasa punya hutang sebab yang momen surat sahabat BaW terlewatkan. Padahal Vi berhutang banyaaak sama founding mother of baw yakni mba Ela.

 

FOUNDING MOTHER
Sejak pertama kali bertemu mba Ela lalu mendapatkan tag note dari mba Ela rasanya berbunga-bunga hati. Lalu akhirnya jadi tambah kenal dan akrab di sebuah grup emak-emak facebook. Dari sana akhirnya sering curhat masalah nulis dan ngusulkan ke mba Ela agar bikin grup nulis di fb. Sebab Vi gagal ikut jangkar penulis offline yang sudah ternama salah satunya karena emak-emak rempong susah berakhir pekan selain tanpa keluarga.

Dan ternyata mba Ela memfasilitasi beneran. Tentu bukan semata karena Vi saja, sebelum itu pun mba Ela sudah berencana membuat grup nulis pula. Di sini mba Ela menjadi kepseknya, bersama mba Riaw dan mba Eni sebagai mentor.

Ini nih keunikan BaW :

Rabu, 13 Februari 2013

Persiapan "amunisi" Menghadapi Persalinan

** repost my note from fb **
Persalinan adalah jihad terbesar kaum ibu, maka laksana seorang prajurit tangguh yang akan berperang, ibu pun butuh kelengkapan amunisi agar siap tempur dan hoeeekkk....lahirlah sang buah hati tercinta :)

Kelengkapan perang ini upayakan sudah beberapa minggu sebelumnya anda mempersiapkannya, karena taksiran persalinan bisa maju mundur sesuai skenario Allah, perlengkapan itu di antaranya adalah:

Medan peperangan.
Maksudnya adalah meninjau atau survey lokasi bersalin kita. Hal ini mencakup dimana lokasinya; bagaimana menjangkaunya; waktu tempuhnya (jika jalanan macet seperti Jakarta sedang kita ingin bersalin di Depok efektif tidak, jangan-jangan malah "brojol" di jalan hehehe); siapa yang kita pilih untuk menolong kita, bidan atau dokter (perempuan atau laki-laki), kondisi ruang bersalin dan pelayanannya (akankah dengan jaminan kesehatan atau umum).
Akan lebih baik jika kita berkenalan dengan tim penolong persalinan kita, biasanya dengan cara ini mereka akan lebih ramah melayani kita dan dengan senang hati menunjukkan dan mengantar kita berkeliling lokasi (meski hanya berupa ruang bersalin berukuran 3x3meter hehe) bahkan mengetahui beberapa alat dan kegunaannya.

PETA
Peta di sini adalah kita membicarakan rencana persalinan kita pada bidan atau dokter yang meliputi bagaimana rencana persalinan yang kita kehendaki, apakah ingin ditemani suami atau keluarga, inisiasi menyusui dini, no sufor (susu formula) atau kekhawatiran kita seputar persalinan. Dokter atau bidan akan menjelaskan dan mengupayakan kita mencapai rencana persalinan jika saatnya tiba.

AMUNISI
*Tas Siap Bawa*
Pengalaman vi, tas siap bawa ini telah vi siapkan ketika usia kehamilan 28 minggu atau 7 bulan, mengantispasi ketika detik-detik perjuangan itu tiba kita tak akan bisa berfikir atau bergerak untuk menyiapkan semua keperluan (panik bo', apalagi jika anak pertama..bisa-bisa tetangga pun ikut panik hehehe). Jika anda tidak sempat mengepack tas siap bawa ini, setidaknya buat list apa saja yang harus dibawa saat anda tiba-tiba saja harus sudah stay at clinic, jadi segalanya biar bisa disiiapkan oleh anggota keluarga yang lain. Isinya antara lain (jumlah bisa menyesuaikan tergantung berapa lama anda akan tinggal di rumah bersalin):
IBU:
Baju ganti ibu (3), utamanya yang berkancing depan sebagai persiapan jika anda ingin meyusui
Bra khusus menyusui (4/5) atau terserah asal anda merasa nyaman memakainya
Pembalut nifas (satu pack), usahakan ganti pembalut tiap buang air atau jika merasa tidak nyaman
Gurita Ibu (4) gunanya untuk membuat perut anda yang kendor jadi kenceng, karena menit-menit pasca perjuangan anda, perut masih tampak seperti hamil 5 bulan meski isinya sudah sukses keluar hehehe
Celana Dalam (6) yang sudah disesuaikan dengan perubahan bentuk badan selama hamil
Kain jarit (4 buah) untuk bawahan yang dipakai ibu setelah memakai gurita dan stagen
Stagen / bebat perut yang panjang hingga 2-5meter (2 gulung) guna agar perut semakin kenceng dan disayang ortu/ mertua kita karena mereka biasanya paliing cerewet soal ini hihihi
Handuk Ibu dan perlengkapan mandi biar bersih dan harum.
Kosmetika. Yaa setidaknya pakai bedak is okay, siapa tahu da tetangga atau teman-teman yang menjenguk. Jangan lupa pula siapkan jilbab dan kaos kaki yang nyaman agar anda tetap terlihat cantik xixixi
 Tissue
Sandal jepit dan jangan lupa sandal cantik jika akan pulang :)

BAYI
Baju bayi (6 buah)
Popok bayi, utamakan yang dari kain (12 buah)
Gurita bayi  (6 buah) sebatas untuk memfiksasi tali pusat sebelum ia pupus, itupun pemakaiannya jangan terlalu kencang, setelah tali pusat pupus lepas gurita Tidak benar jika bayi diberi gurita agar perut buncitnya mengecil, sebab secara fisiologis (normally) organ-organ bayi belum sempurna, begitu pun dengan otot-otot perut, maka tampaklah perut yang membuncit. Seiring dengan pertumbuhannya perut bayi akan singset seperti emaknya hehehe
Kain gedong/ bedong (6 buah). Hal ini sebagai penghangat bayi selama jam-jam awal dia dilahirkan, pun pemakaiannya tak boleh terlalu kencang. Perhatikan pula apakah bayi menjadi berkeringat atau tak nyaman dengan pemakaian bedong ini. Pengalaman my baby, dia malah nangis waktu bedongnya dilepas (misal mengganti popok) dan seketika akan diam jika kembali dibedong. Kangen suasana hangat dan nyaman dalam perut bunda ya nanda ^_^
Selimut bayi (1)
Topi bayi (2 buah)
Kaos tangan dan kaos kaki (6 buah)
Handuk bayi (1 buah)
Minyak telon
Bedak bayi
Sisir bayi
Sabun dan shampoo bayi (biasanya two in one)
Kapas (untuk cebok atau membersihkan saat pup)
Kain jarit/ gendongan instant (1 buah)
Bantal dan guling bayi
*Namun in fact, ketika saya melahirkan (ba'da Jum'atan) semua amunisi di atas banyak yang jumlahnya masih banyak, lantaran perkiraan saya akan menginap dua hari ternyata belum sampai 24 jam (keesokan paginya) saya pulang ke rumah.

PRAJURIT
Nah, ini hal yang tak ketinggalan dalam sebuah peperangan, yakni keberadaan pasangan atau keluarga kita. Komunikasikan hal yang kita inginkan terkait persiapan persalinan kita, misal beri tahu nomor telepon penting, sarana dokumentasi, atau hal-hal sepele yang kadang tak akan sempat kita fikirkan kala kontraksi dataaanng....

DUKUNGAN DAN DO'A
Tak cukup usaha tanpa doa dan ridho. Maka banyak-banyaklah berdoa dan yang penting meminta maaf dan doa dari suami dan ibu-ibu kita (ibu kandung dan ibu mertua). Karena ridho mereka akan memudahkan persalinan kita, doa mereka sebagai kekuatan untuk kita.

*DO'A MENGHADAPI PERSALINAN:
Membaca surat Al Baqarah: 255, Surat Al A'raf : 54, Surat Al Falaq dan An Naas disamping dzikir-dzikir kita yang lain

*********************Selamat menyambut jihad terindah, bunda ^_^************************

Sumber:
Pengalaman pribadi "bidan viana"
Handayani Muhsin, Sri. 2007. Selamat anda akan menjadi ibu. Solo: Pustaka Iltizam
Booth, Trish. 2009. Tanya Jawab Seputar Kehamilan. Jakarta: Buana Ilmu Populer (kelompok Gramedia)
 
:: Viana Wahyu ::
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sabtu, 19 Januari 2013

Puisi tentang HATI

Tak ada goresan yang berkesan
Tak ada himpitan yang membuat pemiliknya terlipat
Tak ada sesak yang bisa melesak
Tak ada pilu yang bagai sembilu
Tak ada beku yang mudah berlalu
Tak ada perih yang selalu membuat sedih
Tak ada kisah yang paling mudah diasah
Tak ada luka yang bisa tertutup sempurna
Selalu menganga
Di ujung jiwa
Hingga berkelana ke ujung mayapada

Selain satu kata
Yang beribu makna
Yang bernama
"HATI"

Foto diambil di gugel
:: Viana Wahyu ::
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kamis, 10 Januari 2013

A Message for Ping, I dream U will be filmed ^^

"Kita memang tidak tinggal di masa lalu, tapi ada harta terindah yang kita bawa dari sana, yang bisa kita ceritakan berulang-ulang sepanjang ruas jalan kita." (Ping)

Sebenarnya expired banget ya nulis review Ping baru tahun 2013, secara Ping lairnya hampir setahun yang lalu (sudah bisa apa engkau, Ping? Hehe). Padahal dapat novel ini lagsung dari penerbitnya, gratis pula, plus tanda tangan dan kata-kata yang manis. Tapi sejak Ping mendarat dengan selamat di rumah, baru sempat mengabadikannya lewat poto, bikin reviewnya malah tertunda dan akhirnya ketumpuk-tumpuk dengan kerjaan yang lain. Maaf ya, Ping...jadinya sekarang bikin surat aja ya untuk dirimu.

Akhirnya kupenuhi janjiku mengapresiasi novel ini pada mbak Brina karena ingin kembali membaca novel ini untuk sebuah misi ^_^ . Kali ini minta maafnya pada sang penulis, heuheu...

Kisah dibuka dengan prolog dari sudut pandang 'Aku' : Ping (orang utan). Tentang ia yang bersedih karena melihat banyak teman-temannya mati karena ulah keserakahan manusia. Hutan yang ia tempati bersama ibu dan kawan-kawannya semakin berkurang karena pembukaan lahan sawit yang hanya memikirkan keuntungan manusia. Peristiwa kelam yang terus membayangi dan menyesakkan hatinya itu membuatnya berkesimpulan bahwa bukan harta yang berharga yang dibawa dari masa lalu jika itu menyakitkan, namun luka* Ini asli mengutip kata-kata Ping. Jenius kau, nak. Namun tentunya lebih jenius dalang yang 'menciptakanmu' yakni mbak Shabrina Ws yang memang telah lama bergelut dengan dunia fabel.

Bab berikutnya ditulis dengan 'Aku' : Molly. Nah yang menggarap sisi manusia ini adalah seorang yang piawai meramu kisah remaja yang ceria, yakni mbak Riawani Elyta. Molly adalah seorang gadis yang menyukai dunia satwa, dan suka menulis. Tokoh lainnya : Nick sang bule yang sangat peduli dengan konservasi satwa di Indonesia dan telah lama kontak dengan Molly membahas aneka satwa, Archie, sahabat laki-laki dari zaman putih abu-abu; dan Andrea, adeknya Nick yang rela mengikuti sang kakak karena ia ingin menjadi orang tua asih orang utan.

Molly yang mendapat info kalau Nick akan ke Borneo untk observasi orang utan, segera mengiyakan tawaran Nick untuk melihat langsung orang utan di sana. Ia terbang dari Jakarta langsung menuju bumi Kalimantan. Di sanalah ia kembali bertemu Archie, sahabatnya.

Pertemuan Molly dengan sahabat lamanya, Archie tak berjalan mulus dan cenderung menyebalkan meski Molly masih tetap berusaha calm dalam emosinya. Archie dan ayahnya adalah pengusaha sawit terkenal di Kalimantan. Dan itu berarti Molly berseberangan dengan Arhie yang ingin menyelamatkan orang utan dan mempertahankan hutannya.

Ping dan Molly bergantian bercerita, jika di bab satu Ping yang bercerita, maka di bab dua Molly yang bercerita. Perbedaan dua sudut pandang dan dua dunia yang beda antara manusia dan hewan ini tidak membingungkan kok. Malah terasa asyik. Bahkan aku saja sampai meleleh saat Ping yang bercerita.

Pendalaman karakter Ping benar-benar totalitas. Dari Ping kita bisa tahu bagaimana kehidupan orang utan, mulai dari cara membuat sarang yang cuma ditempati satu kali dan akan berganti pohon lalu membuat sarang yang baru, kita akan tahu bahwa ceruk di pohon pun bermanfaat buat mereka, mengenali ciri lolongan orang utan, aneka makanan yang berlimpah di hutan yang sebenarnya, pun termasuk emosi dalam raga orang utan. Mereka bisa bahagia, damai, sedih, menangis dan trauma atas kondisi yang mengguncang jiwa. Lewat tokoh Molly dan kawan-kawan pun kita seolah ikut berpetualang bersama mereka. Back packer gratis lah pokoknya, mah.

Akhirnya aku nyatakan bahwa novel ini recommended banget. Di dalamnya ada banyak fakta tentang konservasi satwa langka di Indonesia. Bahwa kita yang paling banyak mendapat anugerah keragaman flora dan fauna, namun kita juga yang banyak merusaknya. Malah orang asing yang lebih peduli pada negeri kita. Aku saja ingin loh daftar jadi relawan konservasi orang utan. Lihat friend di mba Brina tapi ga nemu hiks.

Pantas banget kalau novel ini diangkat menjadi film. Tokoh yang kuharapkan bisa berperan dalam ini adalah Maher Zain (ups lantaran di awal cerita Molly aku sudah terpanah lagunya "For the rest of my life" kang Maher hihi), Molly nya diperankan oleh Maudy Ayundya jika melihat postur yang dijelaskan di novel. Andrea diperankan oleh Kimberly yang ceria. Dan Archie..hmm enaknya diperankan siapa ya? Eh, satu lagi siapa yang mau memerankan Ping, orang utan kecil betina ? :D

Depok, 10 Januari 2013 : 24.00

:: Viana Wahyu ::
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Selasa, 08 Januari 2013

Jalan-jalan ke Jakarta edisi Monas

Ke Jakarta sudah merupakan perjalanan antar propinsi bagi kami, sebab tempat tinggal kami yang berada di Depok masuk dalam teritorial Jawa Barat dan Jakarta adalah propinsi DKI. Berasa keluar propinsi padahal tetanggaan hihihi.

Transportasi yang disukai Azzam adalah Commuter Line alias kereta rel listrik. Kalau naik motor yang kasihan Ayah karena maceeeet dan akan lebih membuatnya capek. Kalau Bunda sih asik-asik aja mau naik apapun, kecuali naik pesawat. Ga ada bandaranya, cin ! Hehehe.

Posting detilnya di Monas menyusul ya, ini poto-potonya dulu aja hahaha...


:: Viana Wahyu ::
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Senin, 07 Januari 2013

Do'a dan titahMU

Sungguh, rindu serindu-rindunya ingin merasakan hamil lagi, berjuang melahirkan, menyusui dan bergulat dengan baby.

Baby...baby...baby....

Aku merindukannya....

Namun mungkin Allah masih ingin mendengar lebih lama do'aku dan suami,
Mungkin Allah masih ingin melihat titik air mata kami mengalir di pipi kami,
Mungkin Allah masih ingin membiarkan kami menikmati rindu yang sudah menggunung ini

Agar kelak jika masanya tiba kerinduan itu akan terasa manis...

Mungkin...

Namun yang pasti,
Do'a kami adalah kata hati yang terdalam,
Dan titahMU adalah jalan bagi kami untuk meniti tangga keikhlasan

Dan yang paling pasti,
Kami sangat mencintai amanahMU, Azzam

Sabar, ya nanda...insyaAllah kau akan diberi adik sama Allah lewat ayah dan bunda. Aamiin

#hujan pagi hari saat kau membisikkan kata penenang untukku yang menangis dalam pelukanmu, suamiku tercinta...
:: Viana Wahyu ::
Powered by Telkomsel BlackBerry®